n

Antonio Lopez ChajCalifornia - Seorang pria yang berumur 43 tahun, Antonio Lopez Chaj, mendapat penghargaan tertinggi di California. Dia juga memenangkan tuntutan sebesar US$ 58 juta atau sekitar Rp 576 Miliar. Namun, hal ini ia dapatkan setelah mengalami pemukulan yang membuatnya harus kehilangan sebelah otak dan tengkoraknya hingga dia tidak dapat bicara selamanya.

Antonio Lopez Chaj adalah seorang penjaga keamanan di sebuah galeri lukisan di California. Daily Mail melaporkan, kejadian ini bermula ketika Chaj dan teman-temannya mengunjungi sebuah bar pada 20 April 2010. Saat itu, Chaj diserang di sebuah bar pertengahan Wilshire, setelah ia mencoba menghentikan perkelahian antara dua kerabatnya dengan bartender dan penjaga keamanan.

Antonio Lopez ChajChaj pun terkena pukulan penjaga bar. Pukulan itu menghancurkan setengah tengkorak Chaj yang membuatnya tak sadarkan diri. Penjaga tersebut juga memukul Chaj dengan tongkat, menendang kepalanya sebanyak delapan kali dan menghantamkan kepalanya ke trotoar sebanyak empat kali.

Saat ini keadaan Chaj telah cukup pulih, walaupun ia harus kehilangan sebelah otak dan tengkoraknya. Namun tetap saja, tim dokter yang menanganinya berkata bahwa Chaj tidak akan dapat berbicara. Hal ini karena Chaj memiliki kerusakan otak yang sangat parah.

Antonio Lopez ChajSaat di pengadilan tinggi pada tanggal 2 Juni 2013, Chaj dan kerabatnya menuntut klaim yang terjadi pada dirinya. Tak hanya memenangkan klaim sebesar US$ 58 juta, Chaj juga mendapatkan penghargaan dari perusahaan keamanan di Pengadilan Tinggi Torrance.

Antonio Lopez ChajPenghargaan ini adalah salah satu penghargaan terbesar yang pernah diberikan kepada seseorang di California, kata pengacaranya. Ketika Chaj melepas topi bisbol di dalam pengadilan, orang–orang di sana mengernyitkan dahi sambil menatap penuh arti ke kepala Chaj. “Tengkoraknya seperti bola basket yang kempis di satu sisi,” ungkap pengacara Federico Sayre.

Penjaga keamanan yang memukul Chaj, Emerson Quintanilla, dan bartender yang memicu serangan ini telah menghilang tanpa jejak. "Saya pikir mereka itu gila, sangat gila," ungkapnya.  (Tempo) 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.